Sabtu, 02 Juli 2011

Sekilas tentang Balicamp

Apa sih Balicamp itu?! Balicamp adalah perusahaan anak perusahaan dari PT Sigma Cipta Caraka yang sekarang namanya panggilannya adalah Telkomsigma (red: nama perusahaan masih PT Sigma Cipta Caraka). PT Sigma Cipta Caraka sendiri sudah diangkat sebagai anak perusahaan dari PT Telkom.

Apa patokan buat nemuin Balicamp?!
Pertama, ada batu yang bertuliskan Balicamp yang dapat dilihat jelas dari jalan raya. Yang kedua adalah warung makan Bebek Betutu yang tepat berada disebelah selatannya Balicamp persis.



Kesan apa aja yang nyangkut?!
Kesan pertama ketika masuk di Balicamp adalah "Wow, ini tuh vila atau kantor sih?!". Gimana tidak, kantornya bener-bener kayak tempat penginapan. Pemandangan bagian belakang adalah lembah dan pegunungan, dan yang pasti itu adalah pemandangan yang bisa dilihat langsung ketika bekerja, soalnya kita kerja menghadap jencela.
Kesan kedua adalah "Gilaaaa, dingin banget sob!!!". Di Balicamp ada termometer untuk mengukur suhu ruangan yang menunjukkan suhu dilingkungan. Suhunya yang aku lihat setiap hari antara 17-22 derajat celcius.

Hmmm....
Trus apa yang menarik lainnya di Balicamp?!
Salah satu yang menarik di Balicamp adalah taraaaaaa......


Bisa ditebakkan mereka sedang diapain?! Yach bener, setiap ada yang ulang tahun, pasti ada yang diceburin di kolam renang sekalipun nggak bisa berenang (dipegangin tapi tetep diceburin). Sebenernya sih bukan hanya pas ulang tahun aja, setiap ada orang baru yang masuk di Balicamp, siap-siap aja nunggu waktu buat diceburin (PASTI!!!). Trus gimana kalau mereka kedinginan?! Tenang aja, bisa mandi di kantor kok, di kantor ada shower air panas. Jadi daripada dingin-dingin mandi di kos mending mandi di kantor aja.

Suasana kerja gimana?!
Soal suasana kerja serius tapi santai, banyak karyawan (hampir semuanya) disana yang hanya pakai sandal, kaos dan celana jeans. Bener-bener santai tapi bertanggung jawab terhadap yang dikerjakan. Hanya Satpam dan Housekeeping yang memakai seragam. Dan mereka ramah-ramah sekalipun terhadap orang baru masuk sekalipun (great).



Yups, sekian dulu artikel lepas sekilas tentang Balicamp. Lain kali nyambung lagi kalau aku lagi pengen nulis blog yang tidak terawat ini... :D

Jumat, 29 Oktober 2010

Doa Kita, Untuk Kita, Bangsa Indonesia


Oktober 2010, seolah bulan penuh ujian untuk bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, diawal bulan terjadi bencana alam hebat di Wasior. Wasior terletak di kaki pegunungan dan berbatasan langsung dengan garis Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Sebuah banjir bandang atau ada yang menyebut sebagai "tsunami kecil" terjadi di sana yang memakan korban jiwa hingga ratusan orang.

Belum cukup sampai disini, Jakarta yang sudah sering terjadi banjir bulan Oktober ini kembali di landa banjir yang cukup besar yang macet jalan raya sehingga aktivitas warga Jakarta terhambat. Tercatat setidaknya 1 orang meninggal dunia akibat terjeblos di gorong-gorong yang tertutup air banjir.

Memasuki akhir bulan Oktober tepatnya hari Senin tanggal 25 malam hari, Indonesia kembali berduka. Terjadi gempa bumi besar yang mencapai 7,2 SR di Sumatra Barat tepatnya di Mentawai. Dan yang lebih tragis lagi, gempa dahsyat itu mengakibatkan tsunami setinggi 3 m yang memporakporandakan seluruh pulau Mentawai. Ratusan orang menjadi korban jiwa dunia akibat gempa yang diikuti dengan tsunami ini dan jumlah ini masih akan bertambah karena dinyatakan masih ratusan orang hilang.

Rangkaian bencana tidak berhenti sampai di Mentawai, selang 1 hari dari tsunami di Mentawai, sebuah gunung berapi teraktif di dunia yaitu gunung Merapi yang terletak di Yogyakarta mengeluarkan awan panas yang menghancurkan desa-desa di selatan gunung Merapi. Setidaknya ada 25 orang menjadi korban jiwa akibat muntahan awan panas yang terjadi di gunung Merapi ini. Salah satu korban meninggal adalah sang juru kunci gunung Merapi yaitu Mas Panewu Surakso Hargo atau lebih dikenal dengan nama Mbah Marijan.

Rangkaian bencana yang terjadi di bulan Oktober 2010 ini masih menjadi duka bagi bangsa Indonesia. Bahkan banyak tokoh dunia yang ikut bersimpati atas rangkaian bencana yang terjadi di Indonesia ini. Begitu singkat waktu antara bencana yang satu dengan yang lain. Semoga dengan adanya serangkaian bencana ini dapat membuka para pemimpin Indonesia untuk tidak saling menyalahkan satu dengan yang lain. Yang kita butuhkan sekarang adalah kerjasama dalam menanggapi semua bencana ini. Jangan memandang sebuah perbedaan menjadi penghalang persatuan kita. Inilah doa kita, untuk kita, bangsa Indonesia.